Selasa, 05 Agustus 2008

Arjuna


Tak dapat disangkal, semua orang yang mencintai wayang atau yang mengenal Mahabharata tidak asing dengan sosok bernama Arjuna (अर्जुन). Memiliki nama panggilan yang banyak: Janaka, Premadi, Permadi, Dananjaya, Pandutanaya, Bharatasresta, Bharatasattama, Bharatasabha, Mintaraga, Parta, Palguna, Jishnu, Kiriti, Bharatasresta, Sawyasachi, Swetawahana, Wrehatnala, Gandiwi, Kauntiya, Kurusattama, Parantapa, Kuntiputra, Mahabahu, Purusarsaba, Wijaya, Wibatsu, Kapidwaja, dan Gudakesa.
Nama Arjuna sendiri berarti 'jernih', 'cemerlang', 'bersinar terang'. Arjuna dalam dunia Jawa sepadan dengan Krishna dalam dunia India. Jika dalam versi India yang terkenal sebagai lelananging jagad (the best male in the universe) adalah Krishna, di dalam versi Jawa adalah Arjuna. Dikenal memiliki banyak istri: Subadra (Sembadra), Shikandi (Srikandi), Larasati, Supraba, Dresanala, Sulastri, Ulupi, Purnamasidi, Gandakusuma, Manohara, Jimambang, Ratri, Wilutama, Antakawulan, Juwitaningrat, Maheswara, Retno Kasimpar, dan Dyah Sarimaya.
Arjuna memiliki senjata andalan berupa panah bernama Pasopati. Dalam versi Jawa, senjata Arjuna lebih banyak lagi seperti panah Sarotama, panah Sirsa, panah Sangkali, panah Candranila, panah Naracabala, panah Ardhadedali, keris Baruna, keris Pulanggeni, keris Kalanadah, dan sebagainya.
Arjuna adalah ksatria yang menjadi kepercayaan para dewa. Ia sering mendapat tugas dan anugerah dewa. Dia memiliki sifat sopan, cerdik, teliti, gemar mengembara mencari ilmu, dan pengasih. Kecerdikan Arjuna teruji dalam perjalanan menuju Mahameru, ketika ia disuruh memilih manakah yang akan dihidupkan kembali oleh dewa: Bhima atau Sadewa. Arjuna memilih Sadewa, bukan Bhima - saudara kandungnya - agar dihidupkan oleh dewa. Alasan Arjuna adalah demi keadilan, jika Sadewa yang dihidupkan, maka baik Kunti maupun Madri sama-sama kehilangan satu putera.
Putra bungsu Kunti ini selalu menang dalam setiap pertempuran. Lawan paling berat yang dihadapi adalah kakaknya sendiri - Karna. Dalam perang di Kurusetra, jika tanpa siasat Krishna barangkali pertandingan antara Arjuna dan Karna akan berlangsung seimbang karena keduanya sama-sama sakti, ahli memanah, sama-sama murid kesayangan Rsi Drona dan Rsi Bhisma. Sama seperti Bhima, Arjuna tidak diperkenankan mencapai puncak Mahameru dalam keadaan hidup. Kesalahan Arjuna adalah masih menyimpan rasa cinta kepada Banowati, istri Duryodana (Duryudana) - raja Hastinapura.

Tidak ada komentar: